"TANAMAN HERBAL"

Selasa, 11 Juni 2013

Beberapa perawatan kesehatan (1)

 Gandum rawat Gigi


Gandum Untuk Merawat Gigi
 
 
 Gandum memang terkenal baik untuk kesehatan jantung. Tapi siapa sangka kalau ternyata gandum juga baik untuk merawat gigi dan gusi. Temukan info lengkapnya di sini!
Sudah tidak diragukan lagi kehebatan gandum untuk menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, dan juga baik untuk Anda yang tengah menjalankan program diet. Tapi kini satu lagi manfaat gandum untuk tubuh Anda. Yaitu, untuk merawat kesehatan gigi dan gusi.
Bagaimana mungkin? Yak, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kanada terhadap 34.000 orang, telah ditemukan fakta baru bahwa mereka yang mengkonsumsi 3-4 porsi gandum tiap hari setidaknya 23% terhindar dari penyakit periodontitis dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya.
Hal ini pernah diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Meskipun penelitian ini masih terus dikembangkan, tetapi peneliti sudah bisa memastikan hubungan kesehatan gigi dan juga konsumsi gandum.
Gandum dapat mengkontrol kadar gula dalam darah, tak heran jika hal ini dapat berpengaruh pada kesehatan gigi. Meskipun masih terus dalam proses penelitian tak ada salahnya jika Anda sudah mulai mengkonsumsi gandum sejak dini. Selain bisa menjadi alternatif sarapan di pagi hari, gandum dapat menghindarkan Anda dari resiko terkena penyakit jantung, stroke, dan juga kolesterol.

Kekebalan Tubuh


6 Makanan Untuk Kekebalan Tubuh
 
Jakarta – Meningkatkan kekebalan tubuh tak hanya melalui suplemen tambahan saja, tapi juga dari makanan yang dimakan tiap harinya. Daripada bingung menentukan makanan apa yang cocok, simak info enam makanan berikut yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh Anda!
Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat kondisi tubuh menurun. Mudah terkena flu dan cepat sekali lelah. Beragam suplemen tambahan Anda konsumsi untuk meningkatkan imunitas / kekebalan tubuh agar lebih baik. Selain mengkonsumsi suplemen, ada baiknya Anda mengkonsumsi makanan tertentu yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari dalam.
Nah, berikut ini adalah enam jenis makanan yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh Anda:

1. Buah dengan Rasa Asam
Jenis buah-buahan dengan rasa asam seperti jeruk, lemon, dan anggur, mengandung banyak vitamin C yang bisa meningkatkan imunitas tubuh. Mengapa vitamin C penting dalam menjaga imunitas tubuh? Vitamin C dapat membantu tubu memproduksi sel darah lebih banyak sebagai anti bodi dan menjaga tubuh dari serangan virus. Untuk mendapatkan vitamin C setiap harinya, Anda bisa meminum perasan lemon yang sudah diberi air hangat. Tapi kalau Anda memiliki masalah dengan lambung, sebaiknya tambahkan madu agar rasanya tidak terlalu nonjok untuk lambung.

2. Telur
Seperti yang Anda ketahui, bahwa telur merupakan sumber protein yang tinggi. Tapi tidak hanya protein saja, telur juga mengandung vitamin A yang mudah larut. Vitamin ini juga berperan penting dalam pembentukan imun tubuh. Selain telur, sumber vitamin A lainnya bisa Anda daptkan dari hati, makanan olahan dari susu, dan juga minyak ikan.

3. Daging Tanpa Lemak (Lean Red Meat)

Daging merah sudah dikenal sebagai sumber zat besi, dimana zat besi ini sangat mudah diserap oleh tubuh. Idealnya, dalam seminggu Anda mengkonsumsi daging sebanyak dua hingga tiga kali. Ingat, daging yang Anda makan harus rendah lemak, dan pastikan saat memasak pun jangan terlalu banyak menggunakan bahan tambahan mengandung lemak. Apabila Anda tidak bisa makan daging merah, pastikan Anda mengkonsumsi lebih banyak jenis kacang-kacangan, telur, sayuran hijau, dan cereal.
4. Gandum
Sereal gandum atau sejenisnya seperti gandum, rye, barley, dan beras merah akan memberikan vitamin B yang cukup penting untuk tubuh. Diantaranya adalah vitamin B, asam pantothenoic, dan juga asam folat. Vitamin B mendukung sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, selain itu kandungan serat yang tinggi membuat pencernaan Anda bekerja dengan sangat baik.

5. Seafood
Hampir semua jenis seafood merupakan sumber utama zinc, namun yang paling besar adalah jenis kerang, remis, dan juga tiram. Sedangkan cumi, salmon, dan ikan lainnya juga mengandung zinc namun dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Peran zinc dalam menjaga sistem kekebalan tubuh untuk memastikan sel-sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi dan virus bekerja dengan sebaik-baiknya.

6. Kacang-kacangan
Jenis kacang-kacangan tidak hanya bisa meningkatkan imunitas tubuh seseorang, tapi juga pemenuhan tubuh dari zinc, zat besi, dan juga vitamin B. Dan ketiga mineral tadi sangat mendukung sistem kekebalan tubuh. Setiap jenis kacang memiliki keuntungan yang berbeda, salah satunya adalah kacang Brazil yang kaya akan selenium, almond dan kacang tanah merupakan sumber vitamin E.
Jenis kacang-kacangan adalah makanan yang cukp ideal dikonsumsi setiap hari. Selain cukup mudah ditemukan, harga yang cukup terjangkau, juga mampu mendukung sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Batasi Garam

Cara Praktis Batasi Konsumsi Garam
 
Cara Praktis Batasi Konsumsi Garam

 Banyak yang bilang, makanan tanpa garam hambar rasanya. Meskipun begitu, jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh ada baiknya dibatasi jumlahnya. Bukan saja untuk masakan, tapi juga perhatikan camilan-camilan Anda yang juga mengandung garam.
Apakah Anda mengkonsumsi banyak garam? Mungkin Anda merasa tidak mengkonsumsi terlalu banyak dalam masakan Anda. Tapi jangan sampai Anda melupakan camilan yang Anda konsumsi setiap hari. Berapa kadar garam yang terdapat didalamnya. Kalau tidak diperhatikan dengan benar, bisa jadi tubuh kelebihan garam yang mengakibatkan gangguan hipertensi.
Tanpa kita sadari, 75% jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh kita berasal dari makanan yang kita beli diluar. Baik itu menu makan besar ataupun makanan ringan sehari-hari. Penumpukan jumlah garam dalam tubuh bisa meningkatkan tekanan darah, dan hal ini bisa memicu terjadinya serangan jantung dan juga stroke.
Jumlah garam yang seharusnya masuk ke dalam tubuh tidak lebihd ari 6gr (kurang lebih satu sendok teh) per harinya. Tapi yang perlu diperhatikan adalah, bukan jumlah garam yang kita masukkan ke dalam masakan saja. Tapi juga garam yang ada di makanan olahan ataupun camilan sehari-hari, seperti roti, sereal, snack, saus, dll.
Kalau ternyata Anda termasuk orang yang doyan ngemil, sebaiknya lebih berhati-hati. Sebenarnya tidak sulit untuk mengurangi jumlah konsumsi garam setiap hari. Banyak cara sederhana bisa Anda lakukan untuk menguranginya. Mulai dari mengurangi jumlah makanan asin atau belajar untuk menyukai makanan yang tawar rasanya.
Untuk Anda yang suka dengan camilan, perhatikan label yang tertera pada bagian belakang kemasan. Pilihlah jenis camilan yang mengandung garam paling rendah. Selalu bandingkan kandungan garam dalam produk-produk serupa yang akan Anda beli. Pastikan jumlahnya serendah mungkin agar jumlah garam yang Anda konsumsi tidak berlebihan. Tidak sulit bukan?

Buah dan Sayur


Ayo, tambah konsumsi buah dan sayur!
 
Jakarta – Sayur dan buah memiliki peranan yang cukup penting menjaga metabolisme tubuh manusia. Tapi apakah Anda sudah mencukupi kebutuhan sayur dan buah setiap harinya? Ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk meningkatkan asupan nutrisi dari buah dan sayur. Temukan jawabannya di sini!
Kalau ada yang bertanya apakah jumlah sayur dan buah yang dikonsumsi setiap hari sudah cukup, pasti banyak yang menjawab ‘sudah’. Padahal sayuran ataupun buah yang dimakan belum tentu memenuhi jumlah yang seharusnya dikonsumsi setiap hari. Sayur dan buah paling baik dikonsumsi adalah jenis yang organik.
Selain meminimalisir pestisida yang mungkin terbawa dalam sayur dan buah, produk-produk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Sebagai contoh tomat organik memiliki phytochemical 30% lebih banyak dibandingkan tomat biasa. Namun sayangnya, harga buah dan sayur organik cenderung lebih mahal. Anda bisa menyiasati mencari kebutuhan nutrisi pad abuah dan sayru dengan cara, sebagai berikut:
1. Pilih Buah dan Sayur dengan Warna yang Mencolok
Sayur dan buah yang memiliki warna-warna mencolok biasanya mengandung antioksidan yang tinggi. Salah satu contohnya adalah lettuce merah, bayam merah, wortel dengan warna yang lebih gelap biasanya memiliki phytocemical yang lebih tinggi.
2. Ukuran Bukan Tolak Ukur
Kalau memilih membeli buah seperti jeruk atau tomat, tanpa sadar kita selalu memilih yang besar. Padahal belum tentu buah yang besar memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak. Sedangkan ukuran yang lebih kecil memungkinkan sekali kalau kandungan konsentrat vitaminnya jauh lebih besar.
3. Kurangi Memasak Sayur dan Buah
Beberapa jenis buah dan sayur akan kehilangan nutrisi ketika sudah diolah. Salah satu contohnya adalah brokoli dan juga wortel, kedua jenis sayur tersebut lebih baik dikukus.
4. Simpan Buah dan Sayur Tidak Lebih dari Seminggu
Buah dan Sayuran memang bisa awet jika di simpan dalam lemari es. Tapi sayangnya nutrisi nya pun akan berkurang setiap harinya. Pastikan selalu sayuran dan buah yang Anda konsumsi dalam keadaan segar, jika Anda membeli dalam jumlah besar pastikan sayur dan buah tersebut tidak disimpan lebih dari satu minggu di dalam lemari es agar nutrisinya masih bisa diambil.
5. Kurangi Pengupasan
Ada beberapa jenis sayuran dan buah yang bisa dikonsumsi dengan kulitnya sekaligus. Ada baiknya tidak mengupas kulitnya karena akan mengurangi nutrisi buah dan sayuran.
6. Kombinasikan Sayur dalam Memasak
Kadang kita terlalu terpaku dengan satu jenis sayur saja dalam memasak. Cobalah mencampurkan beberapa jenis sayur dalam satu menu masakan. Selain tidak bosan, nutrisi yang didapat juga lebih banyak.
7. Beli Langsung kepada Petani
Membeli sayuran dan buah langsung kepada petaninya akan jauh lebih aman. Karena sayur dan buah tersebut pastinya sudah dalam kondisi siap panen. Dan kondisinya tentu saja masih dalam keadaan segar.

Crab Stick


Crab Stick Bisa Jadi Pengganti Ikan?
Crab Stick bisa jadi pengganti Ikan ?
JakartaCrab stick biasa dijumpai di resto-resto Jepang. Tidak hanya itu saja, banyak orangtua yang memilih memberikan anak-anak mereka crab stick karena lebih praktis dibandingkan ikan dan harganya juga lebih murah dibandingkan tuna dan salmon. Benarkah demikian?
Crab stick atau surimi dalam bahasa Jepang adalah salah satu jenis makanan berbahan dasar ikan yang cukup populer akhir akhir ini. Hampir di semua resto Jepang dan juga Cina menggunakan bahan makanan ini. Crab stick pun dijual di pasar swalayan dengan berbagai merk dagang.

Crab stick
bisa dijumapi di jenis-jenis makanan seperti sushi, sup, ramen, dan makanan berkuah lain. Rasa crab stick ini kenyal empuk, cukup enak untuk makanan yang berkuah. Penggunaan crab stick di beberapa resto adalah untuk menyiasati biaya yang harus dikeluarkan apabila harus menggunakan ikan sejenis tuna atau salmon.
Namun, ada juga kekhawatiran yang menghantui para orang tua. Seperti halnya di New Zealand, surimi atau crab stick menjadi ‘seafood’ yang cukup populer karena harganya yang relatif lebih murah. Lantas, apakah kandungan nutrisinya akan tetap sama dengan ikan?
Kelsey Woodcock, seorang ahli nutrisi di New Zealand Nutrition Foundation mengatakan bahwa ikan adalah sumber protein hewani yang sangat baik. Khususnya menjadi sumber asam lemak omega-3. Sedangkan crab stick berasal dari potongan daging ikan yang dipadukan dengan bahan lainnya.
Kandungan ikan dalam crab stick biasanya hanya sekitar 40-45%, sisanya adalah gula, garam, minyak, perasa, dan tepung. Crab stick bisa menyumbangkan protein untuk tubuh, tapi hanya dalam jumlah yang sangat kecil. Sedangkan kandungan garamnya cukup tinggi. Crab stick bisa jadi alternatif pengganti ikan, hanya saja frekuensinya tidak boleh berlebihan. Apalagi kalau untuk dikonsumsi anak-anak.

Tidak ada komentar: